Sabtu, 04 Mei 2013

MAKALAH MANUSIA DAN KEINDAHAN




                                                           PENDAHULUAN      

Latar Belakang Judul

Manusia dan keindahn, memang tidak akan pernah lepas dan terpisah, karena pada dasarnya manusia itu sendiri adalah karya cipta Allah yang paling indah dan terencana. Mulai dari penempatan mata, hidung, mulut, telinga dan anggota tubuh lainnya, bahkan jauh dari itu semua, akal adalah ciptaan yang paling menabjubkan yang hanya Allah berikan kepada kita senbagai manusia. Dan pada hakekat diri Allah itu sendiri adalah dzat Yang Maha Indah dan cinta pada keindahan. Sebagaimana di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, dikatakan bahwa

 “Allah itu indah dan suka dengan keindahan1

Demikian pula halnya dengan alam raya ini adalah diciptakan sebgai pelengkap untuk memper indah untuk penghuni alam dunia ini, seperti ungkapan Rasulullah dalam Haditsnya ;

 “ Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik perhiasan adalah istri yang solihah ” 2
















1  http;//www.google.com
2  Muhammad At-Tihami, Membina Mahligani Cinta yang Islami, Bintang Terang Jakarta 2005 hal 23



1

MANUSIA DAN KEINDAHAN

A.  Pengertian Keindahan

Keindahan berasal dari kata indah yang berarti bagus, cantik, elok, dan molek. Keindahan identik dengan kebenaran, segala yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun kelihatannya indan tetapi tidak mengandung kebenaran, maka hal itu pada prinsipnya tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat selera mode, kedaerahan atau lokal. Keindahan menurut Liang Gie dalam buku Garis Besar Estetik ( filsafat keindahan ) dalam bahasa Inggris “beautiful” dalam bahasa Prancis “beau” bahasa Italia dan Spanyol “Bello”, akar katanya adalah “bonum” yang berarti kabaikan. 3

                 Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian

1.      The Liang Gie menjelaskan, bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan, misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan. Plotinus mengatakan tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah. Orang Yunani berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tetapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan berdasarkan penglihatan (misalnya pada seni pahat dan arsitektur) dan “harmonia” untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik).

Jadi pengertian yang seluas-luasnya meliputi :

-         Keindahan Seni
-         Keindahan Alam
-         Keindahan Moral
-         Keindahan Intelektual.

2.      Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.

3.   Keindahan dalam arti yang terbatas mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna.

Manusia menikmati keindahan, berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan. Pengalaman keindahan biasanya biasanya bersifat visual atau auditory walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut. Namun demikian, orang yang mencontoh keindahan alam belum tentu menghasilkan keindahan.4


 


3. Drs. H. Rohiman Widagdo. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta 1997. Hal. 8
4.Widagdo, dkk, Bumi Aksara, Jakarta, 2001. Hal 76



Semua Ada Disini-Di Atas adalah contoh isi dari Makalah Ilmu Budaya Dasar (IBD) yang berjudul “Manusia dan Keindahan”, bagi teman-teman yang sedang membutuhkan makalah tersebut dapat di unduh (Download) makalah tersebut berformat Word jadi dapat di Edit :


2 komentar:

Blog ini Dofollow, silahkan berkomentar dengan baik dan sopan.

Terima Kasih

ARTIKEL YANG LAIN