Guruku, guru Umar Bakri (Oemar Bhakri)

pahlawan tanpa tanda jasa

Guru Umar Bhakri itu nama seorang guru yang di ceritakan oleh seorang musisi kenamaan yaitu Iwan Fals, dimana disitu diceritakkan seorang guru yang hidup penuh dengan kesederhanaan, dedikasi yang tinggi terhadap dunia pendidikan sehingga dari seorang umar bhakri tercipta seorang menteri, profesor, dokter dan banyak lagi. Tetapi mengapa semua itu tidak sebanding dengan apa yang dia dapatkan, yakni kuranganya kesejahteraan dan minimnya pendapatan yang diterima (di Kebiri ). Itu cerita dulu jama Orde Baru tetapi sekarang  semua tidak berlaku terbukti di masyarakat profesi menjadi seorang guru menjadi idaman semua orang. Ini dikarenakan sejak era kepemimpinan presiden Gusdur kenaikan gaji yang ditujukkan kepada seorang guru mendapat kenaikkan 100x lipat dan diteruskan kenaikan gaji berkala guru yang diterima secara rutin setahun sekali membuat gaji guru menjadi daya tarik tersendiri bagi semua orang apalagi sekarang di era kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono  atau akrab di panggil SBY membuat sebuah program yang membuat para guru menjadi lebih semangat untuk bersekolah lagi karena di iming-imingi oleh pemerintah dengan program barunya yaitu sertifikasi yang apabila dilihat dari gajinya itu berlipat beserta tunjangan yang didapatkan. 

Pemerintah sekarang lebih memperhatikkan nasib para guru yang dulu berjuluk pahlawan tanpa tanda jasa dari sudut pandang kesejahteraan dan taraf hidupnya. Seorang guru yang sudah bersertifikasi mempunyai ciri-ciri khusus yaitu berubahnya gaya hidup, meningkatnya taraf hidup hidup dan kesejahteraan yang lebih baik. Itu terbukti di masyarakat kemampuan guru melaksanakan ibadah umroh meningkat drastis dan yang tidak kalah lagi, kemampuan guru membeli mobil baru sangat meningkat pesat sehingga membuat gaya hidup guru yang berubah. Dari segi lain, guru yang belum mendapatkan sertifikasi berlomba-lomba untuk bisa merasakan nikmatnya program pemerintah tersebut, sampai dibela-belain para guru yang sudah berusia lanjut bersedia mengenyam pendidikan S1 dengan tujuan agar bisa mendapatkan sertifikasi. Sebagian besar program tersebut dinikmati oleh para pegawai negeri sipi (PNS)sehingga dirasa oleh sebagian pendidik yang masih menjabat sebagai guru bantu, pegawai tidak tetap (PTT) merasa tidak ada keadilan yang diberikkan oleh pemerintah dan kemudian pemerintah mengeluarkan program baru yang ditujukkan kepada para guru non pegawai negeri sipil (NON PNS)sebagai jawaban keadilan pemerintah dan program tersebut diberi nama dengan sebutan program non sertifikasi tentu saja dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan pemerintah.

Sebutan Guru Umar Bakri sekarang ini lebih tepat di sandang oleh guru yang tidak mempunyai jabatan tetap serta wewenang yang kuat padahal dia juga seorang pendidik atau sering kita kenal dengan sebutan guru wiyata (WIYATA BHAKTI) karena dirasakan sesuai dengan lirik yang dilantunkan di lagu Umar Bakri milik penyanyi Iwan Fals. Seorang wiyata bakti disini mempunyai peran yang sama dengan guru yang PNS tetapi dari segi kesejahtraan dan taraf hidup sangat berbeda 100%, padahal dari kinerja dan keaktifan peran guru wiyata bhakti lebih minim dibandingkan dengan guru PNS ataupun guru yang sudah bersertifikasi sekalipun. Kebanyakkan praktek dilapangan guru yang sudah bersertifikasi kecenderungan kinerjannya jauh merosot bahkan menurun dibandingakan kinerja para guru yang sering di sebut Wiyata Bhakti ini. Akankah pemerintah selaku pengambil kebijaksanaan dilingkungan pemerintah pusat dapat memberikkan keadilan yang seadil-adilnya kepada para Wiyata Bhakti yang belum merasakan program pemerintah yang memihak kepada guru Wiyata Bhakti. 




4 comments:

SEMANGAT!!! said...

Semua ada timbal baliknya.cuma guru sejati yang takakan tergoyah tekadnya walau apapun godaan dan halangan yang menerpa,

Semua Ada Disini said...

mungkin sebutan bagi para Guru Sejati adalah kepada para guru yang sudah mendapatkan sertifikasi saja, karena mereka itu sudah mendapatkan profesi yang luar biasa.

makasih sudah berkunjung sob..

Guru Privat Matematika Ke Rumah said...

Guru itu benar-benar pahlawan tanpa tanda jasa ya. Bangga rasanya mengenal berbagai macam guru yang ada dalam kehidupan saya ini seperti guru les, guru privat, dosen, guru bahasa, guru matematika saya. Salut buat guru!

Guru Privat Murah said...

jadi guru itu gak gampang bro. mereka harus sabar. beda dengan guru lain seperti guru les atau privat, guru sekolah mesti pintar dan ekstra sabar dalam menghadapi para murid. guru sejati juga sama. mereka harus susah payah dahulu baru bisa mendapatkan hasil yg luar biasa. salut buat mereka.

Post a Comment

Blog ini Dofollow, silahkan berkomentar dengan baik dan sopan.

Terima Kasih

Guruku, guru Umar Bakri (Oemar Bhakri)